Nama : Anisa Anggraini
NIM : 132111133030
Kelompok : Enkadin (8)
Kemajuan teknologi
informasi dalam Dunia Keperawatan
Perkembangan teknologi
informasi dewasa ini di Indonesia belum secara luas dimanfaatkan dengan
baik oleh perawat khususnya di pelayanan rumah sakit, terutama pelayanan keperawatan.
Tenaga
perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai bagian penting bagi pelayanan
kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat
harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai
pengkajian sampai dengan evaluasi dan yang sangat penting adalah disertai
dengan sistem pendokumentasian yang baik. Namun pada realitanya dilapangan,
asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar manual dan konvensional, belum
disertai dengan sistem /perangkat tekhonolgi yang memadai. Contohnya dalam hal
pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual, sehingga perawat mempunyai
potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian dalam praktek. Dengan
adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan
bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan keperawatan yang
lebih baik dengan menggunakan Sistem InformasiManajemen.
Salah satu bagian dari
perkembangan teknologi dibidang informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh
kalangan perawat di dunia internasional adalah teknologi PDA ( personal digital
assistance. Di masa yang akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah
dengan pemanfaatan personal digital assistance (PDA). Perawat, dokter, bahkan
pasien akan lebih mudah mengakses data pasien serta informasi perawatan
terakhir.
Definisi
PDA (Personal Digital Assistants) menurut Wikipediaadalah sebuah alat
komputer genggam portable, dan dapat dipegang tangan yang didesain sebagai
organizer individu, namun terus berkembang sepanjang masa. PDA memiliki fungsi
antara lain sebagai kalkulator, jam, kalender, games, internet akses, mengirim
dan menerima email, radio, merekam gambar/video, membuat catatan, sebagai
address book, dan juga spreadsheet. PDA terbaru bahkan memiliki tampilan layar
berwarna dan kemampuan audio, dapat berfungsi sebagai telepon bergerak,
HP/ponsel, browser internet dan media players
Perkembangan
pemanfaatan PDA di dunia keperawatan Indonesia nampaknya masih sangat
minim, berbeda dengan di luar negeri yang sudah berkembang pesat. Kemungkinan
faktor penghambatnya yaitu kurang terpaparnya perawat Indonesia dengan
teknologi informatika khususnya PDA, masih bervariasinya tingkat pengetahuan
dan pendidikan perawat, dan belum terintegrasinya sistem infirmasi manajemen
berbasis IT dalam parktek keperawatan di klinik. Mungkin perlu ada
terobosan-terobosan dari organisasi profesi perawat bekerjasama dengan
institusi pelyanan kesehatan untuk lebih mengaplikaskan lagi sistem informasi
manajemen berbasis IT dalam memberikan pelayanan ke pasien. Semula memang
terasa menyulitkan dan membutuhkan waktu lebih lama saat menerapkan program
tersebut. Namun setelah terbiasa terasa sangat membantu perawat sehingga
mengurangi administrasi kertas kerja dalam asuhan keperawatan. Seperti
contohnya, perawat tidak perlu lagi mengisi format tanda vital/vital signs
pasien (dengan pulpen warna biru, merah, hitam, hijau dsb), cukup dengan
langsung entry ke komputer. Sehingga yang semula ada sekitar 6 lembar kertas
kerja yang perlu diisikan, sekarang cukup 1 saja yaitu nurses notes (catatan
keperawatan).
Sedangkan, contoh nyata
yang dapat kita lihat di dunia keperawatan Indonesia yang telah menerapkan
sistem informasi yang berbasis komputer adalah terobosan yang diciptakan oleh
kawan-kawan perawat di RSUD Banyumas. Sebelum menerapkan sistem ini hal pertama
yang dilakukan adalah membakukan klasifikasi diagnosis keperawatan yang selama
ini dirasa masih rancu, hal ini dilakukan untuk menghilangkan ambiguitas
dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut terhadap sistem kompensasi,
penjadwalan, evaluasi efektifitas intervensi sampai kepada upaya identifikasi
error dalam manajemen keperawatan. Sistem ini mempermudah perawat memonitor
klien dan segera dapat memasukkan data terkini dan intervensi apa yang telah
dilakukan ke dalam komputer yang sudah tersedia di setiap bangsal sehingga akan
mengurangi kesalahan dalam dokumentasi dan evaluasi hasil tindakan keperawatan
yang sudah dilakukan.
Perkembangan teknologi
dalam dunia keperawatan di era globalisasi dan era informasi yang akhir akhir
ini mulai masuk ke Indonesia telah membuat tuntutan-tuntutan baru di segala
sektor dalam negara kita. Tidak terkecuali dalam sektor pelayanan kesehatan,
era globalisasi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus
dipenuhi oleh seluruh pemain di sektor ini. Hal tersebut telah membuat dunia
keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas
pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Namun memang kita
tidak bisa mnutup mata akan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh keperawatan di
Indonesia, diantaranya adalah keterbatasan SDM yang menguasai bidang
keperawatan dan teknologi informasi sevara terpadu, masih minimnya
infrastruktur untuk menerapkan sistem informasi di dunia pelayanan, dan masih
rendahnya minat para perawat di bidang teknologi informasi keperawatan.
Penugasan Web Blog
Sumber:https://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/ekonomi-komputer/article/download/712/625,https://anzdoc.com/download/analisis-penetapan-insentif-pelayanan-tenaga-perawat-di-rsud.html